About My Journey

Seorang teman mengusulkan agar aku menulis tentang pengalamanku di dunia ini. Dunia tulis menulis. Aku akan menuliskannya ala-ala QnA di majalah gitu-gitu, deh, haha.

  • Kapan pertama kali menulis?

Well, aku pertama kali menulis cerita sejak kelas 1 atau 2 SD. Sekitar tahun 2009. Waktu itu, aku sedang semangat-semangatnya berimajinasi. Aku membuat serial Barbie. Banyak sekali tokoh ciptaanku yang visualnya seperti boneka Barbie. Aku menulis banyak judul untuk banyak konflik. Tapi setiap cerita tidak pernah lebih panjang dari satu halaman. Rata-rata, sih, setengah halaman. Yang kuceritakan seperti gelang tokoh Ditta yang hilang, tokoh Catty yang baru saja punya tetangga baru, dan lain-lain. Inspirasinya dari acara televisi Suami-Suami Takut Istri, hahaha. Aku suka nonton itu waktu kecil dulu, dan menjadikannya inspirasi komplek perumahan tokoh-tokoh Barbieku.

  • Kapan hobi nulisku mulai berkembang?

Waktu kelas 6 SD, aku terpilih menjadi delegasi Konferensi Anak Indonesia 2013 yang diadakan oleh Majalah Bobo. Seleksinya melalui karya tulis tentang Makanan Sehat Untukku. Aku menulis tentang Soto Banjar dan Ubi Ungu. Sepulangnya dari karantina di Jakarta, aku jadi kenal banyak teman-teman. Selain itu, aku juga aktif di sosial media facebook dan berkomunikasi dengan penulis-penulis cilik. Saat SD dulu, aku suka sekali membaca seri Kecil Kecil Punya Karya. Rata-rata penulisnya menggunakan facebook. Dari sana, aku belajar banyak dari teman-teman lain dan mendapatkan informasi lomba-lomba menulis.

Kemudian saat SMP, aku sering mewakili sekolahku untuk lomba menulis cerpen dan alhamdulillahnya selalu mendapat juara. Pernah menyabet juara harapan 2 se-kota Banjarmasin di Gerakan Literasi Menulis tahun 2015, kemudian juara 1 di perlombaan yang sama tahun 2016, menjadi pemenang ketiga tingkat kota Banjarmasin di FLS2N bidang Cipta Cerpen tahun 2016, juara 2 lomba menulis surat untuk walikota, jadi pengisi talkshow tentang menulis di acara Roadshow KKPK Goes To Korea di SD Muhammadiyah 8-10 akhir 2017 lalu, dan dua kali menjadi perwakilan provinsi untuk perlombaan tingkat nasional.

  • Pernah nerbitin buku? 

Aku punya tiga buah buku antologi. Belum ada buku solo, sih. Enggak punya waktu dan motivasi untuk mengerjakannya, hehe. Doakan saja. Buku pertamaku tidak dijual di toko buku manapun, karena merupakan antologi karya tulis yang hanya dimiliki delegasi KONFA2013. Buku keduaku, Tersesat di Kota Orang (Kecil-Kecil Punya Karya seri JuiceMe, Mizan 2015) merupakan proyek pertamaku dengan teman-teman sesama penulis yang kenal dari dunia maya. Buku ketigaku, Semua Karena Sayang (PECI Lintang Indiva, 2016) merupakan hasil dari mengikuti proyek salah satu teman penulisku. Kemudian, cerpenku juga pernah muncul di Majalah SOKA tahun 2016 lalu.

  • Suka duka saat menulis? 

Sukanya adalah ketika kita lancar sekali merealisasikan ide menjadi sebuah cerita. Enggak merasa terburu-buru adalah perasaan yang nyaman sekali. Kemudian ketika kita berhasil membuat satu karya (entah itu postingan blog, cerpen, artikel, puisi, atau opini) tentu kita merasa puas dan bangga, dong. Merasa senang sekali. Ketika tulisan kita dibaca orang lain apalagi jika itu bermanfaat untuk orang lain, duh bahagianya tiada kira.

Perasaan senang waktu berhasil mengalahkan rasa malas dan writer block. Perasaan senang ketika menang lomba. Serius. Perasaan senang ketika berhasil dalam perlombaan. Apalagi ketika lomba yang diikuti adalah event nasional, dan kita berhasil lolos seleksi melalui karya kita, duh bahagianya tiada kira.

Ada lagi, nih, perasaan senang ketika dapat komentar positif dari orang yang membaca tulisan kita. Pernah terjadi sama aku. Aku pernah dapat message dari orang yang enggak aku kenal, tapi dia kenal aku dari bukuku. Duh, seneng banget dong. Aku juga pernah diajak kenalan sama pembaca KKPK dari Banjarmasin, waktu itu jarang banget aku nemu teman seumuran yang sama-sama suka membaca di kotaku sendiri. Mungkin karena lingkup pertemananku waktu SD itu sempit kali, ya. Tapi yang jelas, orang itu sekarang jadi teman SMAku, dan kenalnya dari facebook ketika dia message aku setelah baca bukuku.

Aku juga pernah dapat message di blog dari orang yang enggak aku kenal, dia menyatakan perasaannya setelah baca blog aku. Komentar positif gitu, deh. Seneng bgt. Waktu baru masuk SMA, teman sekelasku yang baru aku kenal (orang yang beda dengan yang kenal di facebook) ternyata pernah dengar namaku sebagai penulis KKPK karena dia suka baca KKPK (padahal aku enggak punya buku KKPK selain antologi). Rasanya tentu kaget, enggak nyangka, berasa famous dan senang banget banget banget dong ya. Haha.

Terus, ketika guru SMA yang kupikir enggak tahu-menahu tentang keikutsertaanku dalam bidang tulis menulis, tiba-tiba mengontakku dan memintaku jadi perwakilan sekolah dalam lomba karya tulis. Kaget dan diam-diam senang, sih. Karena di SMA dikit banget yang tau tentang apa yang kuceritakan di sini.

Kalau dukanya enggak jauh-jauh dari writer block. Keadaan ketika kita buntu dan sama sekali enggak tahu bagaimana cara menuangkan isi pikiran. Kadang-kadang, enggak ada motivasi dan perasaan malas juga jadi musuh, sih. Tapi yang paling menorehkan sedih itu waktu aku gagal dalam perlombaan nasional 3 tahun berturut-turut sementara teman-temanku dapat berkumpul di ajang itu. Iri dan sedih banget.

  • Sering banget nyebut perlombaan nasional, apa sih yang dimaksud? 

Yang kumaksud disini Akademi Remaja Kreatif Indonesia atau ARKI (sekarang namanya jadi Festival Literasi Sekolah atau FLS), lomba nasional yang diadakan oleh penerbit Mizan. Aku merupakan alumni tahun 2015. Di ARKI, ada 3 cabang lomba yang bisa diikuti. Cipta Cerpen, Cipta Syair, dan Komik.

ARKI tentunya ajang tahunan yang sangat bergengsi dan besar. Untuk bisa menjadi akademia ARKI, kita harus mengirimkan karya terbaik sesuai tema untuk proses seleksi. Kemudian ketika lolos seleksi, kita akan mengikuti rangkaian acara selama kira-kira satu minggu di lokasi acara. Kemarin, aku di Jakarta untuk 4 hari 3 malam.

Di sana, kita dibagi jadi beberapa kelompok dan mengikuti pelatihan sesuai bidang yang kita ikuti, kemudian dilombakan kembali untuk menentukan juara yang akan diumumkan di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain workshop dan lomba, ada juga talkshow, games, dan jalan-jalannya. Sangat berkesan, sih.

Waktu tahunku dulu, kami menginap di Twin Plaza Hotel Jakarta. Berkesempatan untuk mengunjungi kantor Kemendikbud, bertemu dan berfoto bersama (sempat group selfie juga) dengan bapak Anies Baswedan yang pada saat itu masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, mengunjungi Gramedia dengan konsep baru di Central Park Mall, belajar mendaur ulang kain bersama WWF, bertemu dengan pemateri-pemateri keren yang sukses di bidang cerpen, komik, dan syair.

Selain itu, yang tak kalah berkesan adalah kenangan bersama teman-teman di sana. Jadi kenal banyak penulis dan teman-teman keren lainnya. Snack party di lobby hotel malam pertama, tour ke lantai hotel paling atas yang menyeramkan di jam 12 malam bersama teman-teman, menginap ramai-ramai, dan masih banyak lagi.

Selain ARKI, seperti yang sudah kuceritakan sebelumnya, aku juga alumni Konferensi Anak Indonesia (KONFA) 2013. Di KONFA, kegiatannya juga enggak jauh berbeda dengan ARKI. Bertemu dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, belajar tentang pangan yang baik di Kebun Wisata Pasirmukti Bogor, meneliti makanan di Laboratorium MBRIO Bogor, merumuskan deklarasi di depan orangtua, Menteri, dan tamu penting lainnya, dan bersenang-senang di Botani Square juga Dufan bersama teman-teman.

Selanjutnya, event nasional yang kuikuti adalah Festival Literasi 2016 di Palu, Sulawesi Tengah dalam rangka Hari Aksara Internasional. Kegiatannya adalah lomba merefleksikan cerita rakyat dalam bentuk drama, dan lomba membaca cerita rakyat. Berlangsung selama 4 hari 3 malam juga di pesisir kota Palu yang sekarang sudah hancur. Kisahku di sana sudah kuceritakan dalam postingan blogku yang berjudul Festival Literasi 2016 (bisa discroll ke bawah).

  • Kapan terakhir ikut lomba? 

Waktu ada acara Bulan Bahasa di sekolahku, aku menyabet posisi juara 1. Benar-benar enggak kusangka, sih, karena itu pertama kalinya aku menulis lagi setelah sekian lama. Tangan rasanya capek banget, apalagi kemarin terburu-buru karena mau nonton pensi. Ide juga baru dapat beberapa jam sebelum lomba dimulai. Ceritanya pun semakin mendekati ending semakin terlihat dipaksakan. Tapi, entah kenapa bisa mendapat perolehan nilai paling tinggi dari kedua juri.

Jujur, speechless waktu dapat kabar. Sedikit merasa tidak enak, sih, karena teman-teman yang ada di ruangan pada saat perlombaan tahu bahwa aku juga adalah koordinator panitia lomba cerpen tersebut. Perasaan takut muncul lagi, takut dianggap curang. Meski aku panitia merangkap peserta, yang mengambil hasil penjurian bukan aku. Aku pun tahu dari partner kerjaku dan saat tahu bahwa aku mendapat juara 1, speechless banget tapi takut juga. Haha. Senang sih. Tidak menyangka bisa jadi yang paling unggul, setidaknya di sekolahku sendiri.

  • Nanti kuliah mau ngambil Sastra Indonesia, dong? Gede nanti pengen jadi penulis ya? 

Err.., kayaknya enggak, deh. Enggak terlalu berminat di jurusan itu. Mungkin nanti Ilmu Komunikasi, atau Psikologi, atau mungkin Hubungan Internasional. Meski hobiku menulis, kurasa passionku enggak seratus persen di dunia ini. Entah, namanya juga masih mencari jati diri.

Pekerjaan penulis bukan suatu yang menjanjikan sih menurutku. Lebih ke hobi aja. Bakat, mungkin? Aku lebih tertarik kerja di redaksi majalah, atau di penerbit sebagai editor atau bahkan CEOnya hahaha.


Cukup sampai di sini saja Question n Answer ala-ala majalahnya. Semoga dari tulisanku kali ini ada yang dapat diambil manfaatnya, deh, haha.

See you in another chance!

Lots of Love, 

Salsa.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s